Gubernur
Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan
Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero) yang berlokasi di Area Parkir Timur
Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (2/11/20).
Bandung.Internationalmedia.id.-Gubernur Jawa Barat
(Jabar) Ridwan Kamil meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
Umum (SPKLU) PT PLN (Persero) yang berlokasi di Area Parkir Timur Gedung Sate,
Kota Bandung, Senin (2/11/20).
Peresmian SPKLU atau stasiun charging kendaraan
listrik ini bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional ke-75.
Gubernur Jabar menyebutkan, hadirnya SPKLU menandai
akan dikonversinya seluruh kendaraan dinas Aparatur Sipil Negara (ASN)
Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar termasuk untuk Gubernur dan Wakil
Gubernur Jabar di awal 2021. Saat ini, Pemda Provinsi Jabar tengah menyiapkan
kebijakan terkait penggunaan kendaraan listrik tersebut.
"Pemprov Jabar sedang menyusun kebijakan.
Sekarang produksi (mobil listrik) sudah massal, maka mulai tahun depan itu
pembelian mobil dinas wajib mobil listrik dan motor listrik," kata Kang
Emil.
"Jadi Jawa barat menjadi provinsi pertama yang
mewajibkan kebijakan (penggunaan motor listrik bagi ASN), minimal kendaraan
dinas gubernur sampai level bawah," tambahnya.
Adapun konversi penggunaan kendaraan listrik dinas
ini ditujukan sebagai inisiasi awal untuk program kendaraan bermotor listrik
dengan bahan bakar nonfosil sehingga lebih ramah lingkungan.
Dalam agenda ini, Gubernur Jabar bersama Direksi
PLN, pimpinan perusahaan otomotif, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) Jabar turut mencoba mobil dan motor listrik, termasuk cara
pengisian dayanya.
"Tidak ada bedanya (dengan nonlistrik), yang
harus dibiasakan hanya ini nyala atau tidak karena suaranya kecil tapi kita
bisa lihat di layar, sisanya sama saja," ujar Gubernur.
Dikatakan, instrumen infrastruktur pengecasan
bervariatif, ada yang bisa ditukar dan ditambah di suatu tempat dan ada juga
yang bisa mengecas di mana saja seperti produk mobil listrik dari Hyundai.
"Tapi apa pun itu kita ubah gaya hidup kita
agar bisa menyelematkan lingkungan dan mencegah kebencanaan (dengan kendaraan
listrik)," ucapnya.
Sementara untuk ketersediaan mobil listrik, Gubernur
menyebutkan, rencananya Pemda Provinsi Jabar akan membeli mobil listrik dari
Hyundai tipe Ionic.
"Hyundai ini sudah saya tes ke Garut, di
tanjakan Nagreg tidak ada masalah," ujar Gubernur.
Ia menambahkan, harga mobil listrik Hyundai berkisar
Rp 600-700 juta. Harga tersebut termasuk harga standar dan terjangkau. Selain
itu, penggunaan mobil listrik pun bisa menghemat biaya bensin.
Selain pabrikan, mobil karya anak bangsa juga
ditampilkan dalam agenda Hari Listrik Nasional ke-75 ini. Mobil listrik karya
Institut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan yang pertama di Jabar dan
diharapkan mampu menunjang target jumlah kendaraan listrik di Jabar di masa
mendatang.
"Kalau kendaraan bensin jarak 300 km
menghabiskan dana Rp250 sampai Rp270 ribu, tapi dengan ngecas (listrik) hanya
Rp 50ribu untuk jarak 300 km, berarti kendaraan dinas (listrik) ini menghemat
(anggaran)," kata Gubernur mengakhiri.(Lys)